• Home
  • Surfer Girl
  • Collection
    • Summer's Sea Garden Look Book
    • Summer Camp Look Book
    • Forever Summer Look Book
    • Clothing
    • Bags & Wallet
    • Footwear
    • Swimwear
    • Bed & Bath
    • Merchandise
    • Kids
    • On Sale
  • Online Store
  • Contest
    • CELEBRATING 2,000,000 FANS PHOTO CONTEST
    • SURFER GIRL 14 YEARS OF HAPPY CHEERS PHOTO CONTEST
    • Wish & Win
    • March Madness
    • Surfer Girl Super Fun Holiday Photo Contest
    • Surfer Girl Short Story Contest
    • Surfer Girl & WWF
      “❤ Our Oceans”
    • Shop - Pose - Win
    • Fun Glasses
    • Friends Forever
  • News & Blog
    • News & Blog
    • Surfer Girl & WWF
      " ❤ Our Oceans "
    • Surfing & Team Rider
    • We ❤ Green & CSR
  • FBC Login
  • Contact Us
    • Contact Details
    • Store Location
    • Social Networking
    • Career
    • Mailing List

Contest

  • CELEBRATING 2,000,000 FANS PHOTO CONTEST
  • SURFER GIRL 14 YEARS OF HAPPY CHEERS PHOTO CONTEST
  • Wish & Win
  • March Madness
  • Surfer Girl Super Fun Holiday Photo Contest
  • Surfer Girl Short Story Contest
  • Surfer Girl & WWF
    “❤ Our Oceans”
  • Shop - Pose - Win
  • Fun Glasses
  • Friends Forever

Quick Links





Surfer Girl Short Story Contest:

 TIA HUNCARANI

If I had a chance to hang out with Summer and girls, I would accompanied you girls to learn more about Semarang. Why Semarang? Because Semarang is a colorful town, just like Surfer Girl with its colorful themes and stories. Semarang adalah ibukota provinsi Jawa Tengah yang punya banyak tempat-tempat asyik buat hang out. Dijamin Summer, Grinder, dan Niki nggak bakal bosen buat jalan-jalan keliling kota Semarang! First destination is Kota Lama & Lawang Sewu. Pagi-pagi kita bisa sepedaan di sekitar kota lama dan menikmati gedung-gedung tua peninggalan Belanda yang masih terawat. Ada Gereja Blenduk yang khas dengan atapnya yang berbentuk setengah lingkaran. Gereja Blenduk ini adalah gedung peninggalan zaman Portugis yang kemudian diambil alih oleh pemerintah Belanda kemudian dijadikan gereja. Di sekitar Gereja Blenduk, ada taman kecil yang bisa kita pakai buat baca buku atau sekedar duduk-duduk santai di bawah pohon. Lalu kita akan naik becak dan menuju ke Lawang Sewu, ikon kota Semarang. Kalian sudah pernah naik becak belum? Kendaraan beroda tiga ini ramah lingkungan dan sangat nyaman untuk dinaiki karena kita bisa menikmati semilir angin sambil melihat-lihat pemandangan kota. Lawang Sewu atau yang berarti Seribu Pintu adalah gedung tua yang memang memiliki 1000 pintu. Gedung ini dulunya dipakai sebagai kantor pemerintahan Belanda. Arsitektur khas Belanda yang ada di Lawang Sewu ini pasti bakal bikin kalian tercengang karena gedung tersebut masih berdiri kokoh padahal sudah tua sekali. Selain itu juga terdapat seni lukis kaca peninggalan Belanda yang masih terlihat sangat indah, apalagi jika terkena sinar matahari. Mumpung masih pagi, aku ingin mengajak kalian untuk ke daerah Mangunharjo Semarang untuk bersama-sama menanam mangrove. Mangrove ditanam di daerah ini untuk meresap air laut yang memang sering pasang dan menggenangi jalan di daerah ini. Second destination is Sam Poo Kong & Masjid Agung Semarang. Di Sam Poo Kong, terdapat patung kapal yang cukup besar yang dibangun untuk mengenang Ceng Ho. Ceng Ho adalah seorang kebangsaan Cina yang berlayar dan mendarat di Semarang untuk menyebarkan agama. Disini kalian bisa menemukan penjual yang menjual barang khas China seperti di Chinatown. Sedangkan Masjid Agung Semarang adalah Masjid terbesar di Semarang. Keunikan Masjid ini yaitu memiliki payung hidrolik raksasa. Payung hidrolik raksasa ini akan otomatis tertutup ketika hujan dan terbuka kembali jika sudah reda. Sore hari tiba dan aku akan mengajak Summer, Grinder, dan Niki berenang di Umbul Sidomukti. Umbul Sidomukti adalah kolam renang alami yang terletak diantara bukit dan sawah di daerah atas Semarang. Jadi sembari berenang, kita bisa melihat pemandangan yang terbentang di depan mata. Air kolamnya pun langsung mengalir ke bawah menuju ke persawahan lho! Jadi air yang tumpah tidak terbuang begitu saja. Menjelang malam, kita menuju ke daerah jalan Pahlawan Semarang untuk makan malam. Pada malam hari, di sepanjang jalan pahlawan dipenuhi tenda-tenda yang menjual makanan khas Jawa, seperti pecel, gado-gado, dll. Tidak lupa kalian akan aku ajak ke daerah Pandanaran untuk membeli Lumpia dan Bandeng Presto, oleh-oleh khas Semarang. JHope you enjoy the trip and come again to Semarang, girls! 



Tweet

Copyright 2011 by Surfer Girl. All rights reserved.